Minggu, 08 Februari 2015

[009] At Taubah Ayat 003

««•»»
Surah At Taubah 3

وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُهُ فَإِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ وَبَشِّرِ الَّذِينَ كَفَرُوا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ 
««•»»
wa-adzaanun mina allaahi warasuulihi ilaa alnnaasi yawma alhajji al-akbari anna allaaha barii-un mina almusyrikiina warasuuluhu fa-in tubtum fahuwa khayrun lakum wa-in tawallaytum fai'lamuu annakum ghayru mu'jizii allaahi wabasysyiri alladziina kafaruu bi'adzaabin aliimin
««•»»
Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar  {628} bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.
{628} Berbeda Pendapat antara mufassirin (ahli tafsir) tentang yang dimaksud dengan haji akbar, ada yang mengatakan hari Nahar, ada yang mengatakan hari Arafah. yang dimaksud dengan haji akbar di sini adalah haji yang terjadi pada tahun ke-9 Hijrah.
««•»»
[This is] an announcement from Allah and His Apostle to all the people on the day of the greater ḥajj:[1] that Allah and His Apostle repudiate the polytheists: If you repent[2] that is better for you; but if you turn your backs [on Allah], know that you cannot thwart Allah, and inform the faithless of a painful punishment.
[1] That is, the tenth of Dhū al-Ḥijjah, the day on which the pilgrims perform some of the major rites of the ḥajj in Minā.
[2] That is, abandon idolatry.
««•»»

Pada ayat ini Allah menerangkan pula suatu permakluman pada hari Haji Akbar yang isinya ialah menyatakan bahwa Allah dan Rasul-Nya membebaskan diri dari kaum musyrikin dan memutuskan hubungan dan perjanjian-perjanjian dengan mereka serta membersihkan agama mereka dari semua khurafat dan kesesatan.

Banyak hadis-hadis sahih yang diriwayatkan bertalian dengan permakluman ini antara lain, bahwa

Abu Hurairah berkata:
بعثني أبو بكر في تلك الحجة في مؤذنين بعثهم يوم النحر يؤذنون بمنى أن لا يحج بعد العام مشرك ولا يطوف في البيت عريان، ثم أردف رسول الله صلى الله عليه وسلم بعلي بن أبي طالب فأمر أن يؤ ذن ببراة وأن لا يحج بعد العام مشرك ولا يطوف بالبيت عريان

Saya (Abu Hurairah) diutus oleh Abu Bakar pada hari raya haji bersama dengan orang-orang yang ditugaskan untuk memaklumkan di Mina bahwa orang musyrik tidak diperbolehkan naik haji sesudah tahun ini dan tidak dibolehkan tawaf di Baitullah dengan telanjang. Kemudian Rasulullah saw. menyusuli dengan mengutus Ali bin Abu Talib dan memerintahkannya untuk memaklumkan (membaca ayat) Bara'ah dan orang musyrik tidak dibolehkan haji lagi sesudah tahun itu dan tidak dibolehkan tawaf di Baitullah dengan telanjang (sebagaimana kebiasaan kaum musyrikin).
(H.R. Bukhari dan Muslim)

Dan berkata Abu Hurairah lagi:
كنت نع علي بن أبي طالب حين بعثه رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى أهل مكة ببراءة فقال: ما كنتم تنادون؟ قال: كنا ننادي أنه لا يدخل الجنة إلا نفس مؤمنة ولا يطوف بالبيت عريام ومن كان بينه وبين رسول الله صلى الله عليه وسلم عهد فإن أجله أو مدته إلى أربعة أشهر فإذا مضت الأربعة فإن الله بريء من المشركين ورسوله ولا يحج هذا البيت بعد عامنا هذا مشرك
Saya bersama-sama dengan Ali bin Abu Talib ketika ia diutus Rasulullah saw. kepada penduduk Mekah dengan (membacakan) ayat Bara'ah lalu ia bertanya: "Apakah yang kamu serukan (umumkan)?" Ali menjawab: "Kami serukan bahwa tidak ada yang masuk surga melainkan orang-orang mukmin, tidak dibolehkan tawaf di Baitullah dengan telanjang, barang siapa yang ada janji dengan Rasulullah saw. maka temponya atau masanya sampai empat bulan dan apabila selesai empat bulan, maka Allah dan Rasul-Nya membebaskan diri dari orang-orang musyrikin, dan tidak dibolehkan orang musyrikin naik haji ke Baitullah ini sesudah tahun kita ini (tahun ke 9 Hijrah)."
(H.R. Ahmad dari Abu Hurairah)

Para ulama banyak mengemukakan pendapat tentang apa yang dimaksud dengan haji akbar, antara lain sebagai berikut:
  1. Menurut Abdullah bin Haris, Ibnu Sirin dan Syafii bahwa yang dimaksud dengan haji akbar ialah hari Arafah, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah.
  2. Menurut Ibnu Qayyim dan lain-lainnya bahwa yang dimaksud dengan hari haji akbar ialah hari Nahar (10 Zulhijah) berdasarkan hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
  3. Al-Qadi (Iyad) mengatakan: Apabila kita meneliti pendapat-pendapat itu, maka pendapat yang tersaring (terpilih) bahwa haji akbar itu ialah hari-hari mengerjakan manasik haji sebagaimana yang dikatakan oleh Mujahid. Tetapi apabila kita membahas tentang hari raya Haji Akbar, maka tidak diragukan lagi ialah wukuf di Arafah karena haji adalah Arafah. Barangsiapa yang dapat wukuf di Arafah, maka ia haji, dan barangsiapa yang tidak wukuf di Arafah, maka ia tidak memperoleh haji. Maka yang dimaksud dengan haji akbar dalam surat ini dan diucapkan Nabi saw. dalam khutbahnya ialah hari Nahar.
Adapun sebab dinamakan haji akbar yang berarti Haji Besar, maka sebagian ulama mengatakan ialah untuk membedakannya dengan umrah yang disebut haji kecil. Dan ada yang mengatakan karena amal-amal yang dikerjakan pada masa Haji itu lebih besar pahalanya jika dibandingkan dengan amal-amal yang dikerjakan pada masa-masa yang lain. Ada pula yang mengatakan, karena pada waktu itulah tampak kemuliaan yang lebih besar bagi kaum Muslimin dan kehinaan bagi orang-orang musyrikin. Masih banyak lagi pendapat lain.

Menurut ayat ini kelanjutan dari permakluman itu ialah jika kaum musyrikin itu bertobat menyesali kesesatan mereka dari berbuat syirik, melanggar janji dan sebagainya, dan kembali kepada jalan yang benar, yaitu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan menghilangkan permusuhan dengan kaum Muslimin, itulah yang paling baik bagi mereka untuk kebahagiaan dunia dan akhirat, maka tetapi jika mereka berpaling, tidak mau menerima kebenaran dan petunjuk tetapi tetap membangkang maka mereka tidak akan dapat melemahkan kekuasaan Allah dan tidak akan dapat menghilangkan pertolongan yang dijanjikan Allah kepada Rasulullah saw. dan kepada orang-orang mukmin, yaitu kemenangan mereka dalam mengalahkan orang-orang musyrik dan munafik.
Mereka bukan saja menderita kekalahan dan kehinaan di dunia bahkan Rasulullah pun diperintahkan Allah untuk menyampaikan berita bahwa mereka akan mendapat siksa yang sangat pedih di akhirat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan inilah suatu permakluman) pengumuman (dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar) yaitu hari raya kurban (bahwa) sesungguhnya (Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik) dan perjanjian-perjanjian mereka (dan Rasul-Nya) demikian pula. Sehubungan dengan ayat ini Imam Bukhari telah meriwayatkan sebuah hadis, bahwa pada tahun itu juga, yaitu tahun sembilan Hijriah, Nabi saw. mengutus Ali untuk mempermaklumkan ayat-ayat ini pada hari raya kurban di Mina. (Yang isinya ialah), bahwasanya sesudah tahun ini tidak boleh lagi orang musyrik melakukan haji dan tawaf di Baitullah dan tidak boleh pula tawaf di Baitullah dengan telanjang.

(Kemudian jika kalian, kaum musyrikin, bertobat) dari kekafiran (maka bertobat itu lebih baik bagi kalian dan jika kalian berpaling) dari iman (maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah) beritahukanlah (kepada orang-orang kafir akan siksaan yang pedih) azab yang pedih dengan cara dibunuh dan ditawan dan mendapat siksaan neraka kelak di akhirat.

««•»»
A proclamation, a notification, from God and His Messenger to mankind on the day of the Greater Pilgrimage, the Day of Sacrifice (yawm al-nahr), that God is free from obligation to the idolaters, and their pacts, and [so is] His Messenger, also free from obligation: in that same year, year 9 [of the Hijra], the Prophet (s) sent forth ‘Alī, who proclaimed these verses on the Day of Sacrifice at Minā, and also [he proclaimed] that after this year no idolater will [be allowed to] make pilgrimage or circumambulate the House naked, as reported by al-Bukhārī. So, if you repent, of unbelief, it will be better for you; but if you turn away, from belief, then know that you cannot escape God. And give tidings to — inform — those who disbelieve of a painful chastisement, namely, [of] slaughter or capture in this world, and of [punishment in] the Fire in the Hereafter.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[
KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
3of129
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=9&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#9:3

[009] At Taubah Ayat 002

««•»»
Surah At Taubah 2

فَسِيحُوا فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ وَأَنَّ اللَّهَ مُخْزِي الْكَافِرِينَ
««•»»
fasiihuu fii al-ardhi arba'ata asyhurin wai'lamuu annakum ghayru mu'jizii allaahi wa-anna allaaha mukhzii alkaafiriina
««•»»
Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir {627}.
{627} Sebelum turunnya ayat ini ada Perjanjian damai antara Nabi Muhammad s.a.w. dengan orang-orang musyrikin. di antara isi Perjanjian itu adalah tidak ada peperangan antara Nabi Muhammad s.a.w. dengan orang-orang musyrikin, dan bahwa kaum muslimin dibolehkan berhaji ke Makkah dan tawaf di Ka`bah. Allah SWT membatalkan Perjanjian itu dan mengizinkan kepada kaum muslimin memerangi kembali. Maka turunlah ayat ini dan kaum musyrikin diberikan kesempatan empat bulan lamanya di tanah Arab untuk memperkuat diri.
««•»»
Travel [unmolested] in the land for four months, but know that you cannot thwart Allah, and that Allah shall disgrace the faithless.
««•»»

Pada ayat ini Allah menerangkan supaya kaum Muslimin memberi kesempatan kepada kaum musyrikin yang selalu mengkhianati janji untuk berjalan di muka bumi selama empat bulan dengan bebas dan aman tanpa diganggu oleh siapa pun dari kaum Muslimin, supaya mereka dapat berpikir lebih tenang untuk menentukan sikap mereka, mau masuk Islam atau tetap menentang kaum Muslimin.

Adapun mulai berlakunya masa empat bulan itu, menurut pendapat yang masyhur ialah dari tanggal 10 Zulhijah tahun ke 9 Hijrah sampai dengan tanggal 10 Rabiul Akhir ke 10 Hijrah. Sesuai dengan yang diriwayatkan oleh Abu Masyar Al-Madany dari Muhammad bin Ka'ab Al-Qurazi dan lain-lain yang maksudnya: "Rasulullah saw. mengutus Abu Bakar sebagai Amir haji tahun ke 9 Hijrah dan mengutus pula Ali bin Abu Talib dengan membawa 30 atau 40 ayat Bara'ah untuk dibacakan kepada manusia di Mina.

Adapun pendapat yang lain dari itu akan tetapi agar tidak bersimpang-siur perlu dibedakan antara empat yang dimaksud di sini dengan empat bulan yang diharamkan berperang secara umum,

Seperti yang disebut dalam hadis yang sahih yang berbunyi:
إن الزمان قد استدار كهيئة يوم خلق الله السموات والأرض السنة اثنا عشر شهرا أربعة حرم ثلاثة متواليات ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان
Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana keadaan (bentuknya) pada hari yang diciptakan langit dan bumi. Setahun ada dua belas bulan, empat bulan daripadanya diharamkan berperang, tiga bulan berturut-turut yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajab bulan yang terjepit yang terletak di antara Jumadil (Akhir) dan Syakban.
(H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Dan empat bulan yang di dalam hadis ini pulalah yang dimaksud dalam surat-surat Al-Baqarah ayat 217, surat Al-Maidah ayat 2 dan lain-lainnya yang dilarang berperang secara umum. Selanjutnya pada ayat ini Allah menerangkan bahwa jika orang-orang musyrikin itu masih menentang dan memusuhi Allah dan Rasul, maka mereka harus mengerti bahwa mereka tidak akan dapat melemahkan Allah dan mereka sendirilah yang memikul segala akibatnya dengan kehinaan. Hal serupa itu sudah menjadi sunnatullah terhadap orang-orang kafir,

Sebagaimana yang diterangkan dalam firman Allah:
كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ فَأَذَاقَهُمُ اللَّهُ الْخِزْيَ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (Rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka. Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari kiamat (akhirat) lebih besar kalau mereka mengetahuinya.
(QS. Az Zumar []:25,26)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka berjalanlah kalian) artinya berjalanlah kalian dengan aman, hai kaum musyrikin (di muka bumi selama empat bulan) dimulai pada bulan Syawal berdasarkan petunjuk yang akan disebutkan nanti. Tiada keamanan lagi bagi kalian sesudah empat bulan itu (dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian tidak dapat melemahkan Allah) artinya terluput dari azab-Nya (dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir) Dialah yang membuat mereka hina di dunia melalui pembunuhan dan di akhirat kelak dengan siksaan neraka.
««•»»
‘Journey freely, travel in security, O idolaters, in the land for four months — beginning with [the month of] Shawwāl, on the basis of what will come shortly — after which there will be no security for you, and know that you cannot escape God, that is, you shall [not] elude His punishment, and that God degrades the disbelievers’, humiliating them in this world by having them killed, and in the Hereafter, by [sending them to] the Fire.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 1]•[AYAT 3]•
•[
KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
2of129
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=9&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#9:2

[009] At Taubah Ayat 001

««•»»
Surah At Taubah 1

بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
««•»»
baraa-atun mina allaahi warasuulihi ilaa alladziina 'aahadtum mina almusyrikiina
««•»»
(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).
««•»»
 [This is] a [declaration of] repudiation by Allah and His Apostle [addressed] to the polytheists with whom you had made a treaty:
««•»»

Banyak masalah pokok yang diterangkan di dalam surat Al-Anfal diterangkan pula dalam surat ini dengan mengungkapkan persoalannya lebih luas dan mendalam yang adakalanya lebih nyata terperinci, sehingga surat ini dalam beberapa hal banyak menambah kesempurnaan surat Al-Anfal. Allah mengutus Nabi Muhammad saw. ke dunia ini sebagai rasul yang terakhir untuk mengembangkan agama Islam dengan dakwah yang berlandaskan dalil-dalil yang dapat meyakinkan kebenarannya, tidak dengan paksa yang berlandaskan kekuatan senjata dan harta benda.

Akan tetapi kaum musyrikin terus menentangnya dengan segala macam cara, mulai dari perkataan-perkataan sampai kepada perbuatan-perbuatan yang di luar batas-batas perikemanusiaan, sehingga banyak kaum muslimin terpaksa hijrah ke negeri Habsyah (Ethiopia) dan tempat-tempat yang lain.

Oleh karena Nabi Muhammad saw. dan sebagian sahabatnya masih bertahan di Mekah untuk melanjutkan dakwah, maka kaum musyrikin Quraisy mengadakan musyawarah di suatu tempat yang bernama "DARUN NADWAH" untuk mengambil suatu keputusan apakah Muhammad dibunuh atau dikurung atau dibuang saja. Akhirnya mereka memutuskan bahwa Muhammad dibunuh.

Di dalam keadaan yang gawat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah, yang kemudian diikuti oleh para sahabatnya yang mampu datang ke Madinah yang disebut kaum Muhajirin. Di Madinah Nabi dan para sahabatnya yang turut berhijrah disambut penduduk kaum muslimin yang kemudian dinamakan Al-Ansar dengan sambutan luar biasa baiknya,

Seperti yang diterangkan Allah dalam firman-Nya: 
وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).
(QS. Al Hasyr []:9)

Ketika itu kaum Muslimin dengan kaum musyrikin dalam keadaan perang, menurut cara yang berlaku di masa itu. Dan di dalam perkembangan selanjutnya, Nabi saw. mengadakan perjanjian damai dan tolong-menolong dengan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), tetapi mereka berkhianat dan melanggar janji dengan menolong orang musyrikin. Dalam pada itu permusuhan dari kaum musyrikin bertambah meningkat, bahkan mereka bermaksud hendak menghancurkan agama Islam itu, maka disyariatkanlah berperang.

Kemudian Nabi mengadakan perjanjian damai dengan kaum musyrikin di Hudaibiyah untuk masa sepuluh tahun dengan syarat-syarat yang sangat lunak yang seakan-akan menguntungkan kaum musyrikin, tetapi kaum musyrikin melanggar perjanjian itu, sehingga tidak ada pilihan lain bagi Nabi Muhammad dan kaum Muslimin selain menghadapi tantangan itu dengan penuh keimanan dan keberanian.

Akhirnya pada tahun ke 8 hijrah, kota Mekah dapat ditaklukkan oleh kaum Muslimin. Dengan demikian lemahlah kekuatan kaum musyrikin, akan tetapi mereka masih mengadakan perlawanan dengan segala cara yang masih bisa mereka lakukan sehingga turunlah surat ini untuk pembatalan perjanjian perdamaian dan pemutusan hubungan dengan kaum musyrikin.

Ayat ini menyatakan pembatalan perjanjian-perjanjian damai dengan kaum musyrikin dengan cara yang lebih tegas dan positif dari yang sudah diterangkan Allah,

Dalam firman-Nya: 
وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ
Dan jika kamu mengetahui pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.
(QS. Al Anfal [8]:58)

Banyak pendapat ahli tafsir tentang perjanjian apa yang dibatalkan di dalam ayat ini. Menurut Ibnu Kasir dan Ibnu Jarir bahwa pendapat yang terbaik dan terkuat ialah perjanjian yang ditentukan waktunya, sedang perjanjian yang memakai waktu harus ditunggu sampai habis waktunya, sesuai dengan ayat keempat dari surat yang akan diterangkan kemudian ini.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
TAFSIR AL-JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Inilah pernyataan (Pemutusan perhubungan daripada Allah dan Rasul-Nya) yang ditunjuk (kepada orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian dengan mereka) yakni perjanjian yang bersifat mutlak, atau perjanjian yang berlaku kurang dari empat bulan, atau lebih dari empat bulan kemudian perjanjian itu dirusak sebagaimana yang akan disebut pada ayat berikutnya.
««•»»
This is: A declaration of immunity from God and His Messenger to, reach, the idolaters with whom you made a pact, a pact for an indefinite period of time, or one for [a period of] less than, or more than, four months; the annulment of the pact shall be as God mentions in His saying:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•
•[
KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of129
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=9&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#9:1

[009] At Taubah 2of2

2of2
129 verses • revealed at Medinan.
««•»»

»The surah that announces for all time that God granted to His prophet, to the Emigrant and Helping Companions, and to three errant believers Repentance; and that offers the same opportunity to the unbelievers and the hypocrites, provided they forever renounce hostility, idolatry, and duplicity; and which further demonstrates the faithfulness of this offer in God’s decree of amnesty for the truly repentant idolaters who fought the believers at a place called Ḥunayn. It is named after “repentance” (tawbah) mentioned in verse 3 and verse 5. The surah opens by giving notice of the severance of the treaty with the idolaters because they had broken it, but the bulk of the surah deals with preparations and recruitment for the expedition to Tabūk (year 9/631). The hypocrites and those who stayed behind and failed to support the Prophet Muḥammad are all censured. This is the only surah not to begin with the formula Basmalah.«

The surah is also known as: Dispensation, Immunity.
««•»»
•[AYAT 001]•[AYAT 002]•[AYAT 003]•[AYAT 004]•[AYAT 005]•[AYAT 006]•[AYAT 007]•[AYAT 008]•[AYAT 009]•[AYAT 010]•[AYAT 011]•[AYAT 012]•[AYAT 013]•[AYAT 014]•[AYAT 015]•[AYAT 016]•[AYAT 017]•[AYAT 018]•[AYAT 019]•[AYAT 020]•[AYAT 021]•[AYAT 022]•[AYAT 023]•[AYAT 024]•[AYAT 025]•[AYAT 026]•[AYAT 027]•[AYAT 028]•[AYAT 029]•[AYAT 030]•[AYAT 031]•[AYAT 032]•[AYAT 033]•[AYAT 034]•[AYAT 035]•[AYAT 036]•[AYAT 037]•[AYAT 038]•[AYAT 039]•[AYAT 040]•[AYAT 041]•[AYAT 042]•[AYAT 043]•[AYAT 044]•[AYAT 045]•[AYAT 046]•[AYAT 047]•[AYAT 048]•[AYAT 049]•[AYAT 050]•
•[AYAT 051]•[AYAT 052]•[AYAT 053]•[AYAT 054]•[AYAT 055]•[AYAT 056]•[AYAT 057]•[AYAT 058]•[AYAT 059]•[AYAT 060]•[AYAT 061]•[AYAT 062]•[AYAT 063]•[AYAT 064]•[AYAT 065]•[AYAT 066]•[AYAT 067]•[AYAT 068]•[AYAT 069]•[AYAT 070]•[AYAT 071]•[AYAT 072]•[AYAT 073]•[AYAT 074]•[AYAT 075]•[AYAT 076]•[AYAT 077]•[AYAT 078]•[AYAT 079]•[AYAT 080]•[AYAT 081]•[AYAT 082]•[AYAT 083]•[AYAT 084]•[AYAT 085]•[AYAT 086]•[AYAT 087]•[AYAT 088]•[AYAT 089]•[AYAT 090]•[AYAT 091]•[AYAT 092]•[AYAT 093]•[AYAT 094]•[AYAT 095]•[AYAT 096]•[AYAT 097]•[AYAT 098]•[AYAT 099]•[AYAT 100]•
•[AYAT 101]•[AYAT 102]•[AYAT 103]•[AYAT 104]•[AYAT 105]•[AYAT 106]•[AYAT 107]•[AYAT 108]•[AYAT 109]•[AYAT 110]•[AYAT 111]•[AYAT 112]•[AYAT 113]•[AYAT 114]•[AYAT 115]•[AYAT 116]•[AYAT 117]•[AYAT 118]•[AYAT 119]•[AYAT 120]•[AYAT 121]•[AYAT 122]•[AYAT 123]•[AYAT 124]•[AYAT 125]•[AYAT 126]•[AYAT 127]•[AYAT 128]•[AYAT 129]•

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Sumber: Al-Quran (القرآن) — Online Quran Project — Translation and Tafsir
http://al-quran.info/#9

Rabu, 04 Februari 2015

[009] At Taubah 1of2

1of2
129 Ayat • diturunkan di Madinah.
««•»»
Surah At Taubah (bahasa Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan") adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At Taubah berulang kali disebut dalam surah ini. Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri di sini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alayhi Wasallam kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhuma
 pada musim haji tahun itu juga.
««•»»

Pokok-pokok isi
  • Keimanan
    • Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
    • Pembalasan atas amalan-amalan manusia hanya dari Allah
    • Segala sesuatu menurut sunnatullah
    • Perlindungan Allah bagi orang-orang yang beriman
    • Kedudukan Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alayhi Wasallam di sisi Allah.
  • Hukum-hukum
    • Kewajiban menafkahkan harta
    • Macam-macam harta dalam agama serta penggunaannya
    • Jizyah
    • Perjanjian dan perdamaian
    • Kewajiban umat Islam terhadap nabinya
    • Sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
    • Beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.
  • Kisah-kisah
    • Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alayhi Wasallam dengan Abu Bakar di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
    • Perang Hunain (perang Autas atau perang Hawazan)
    • Perang Tabuk.
  • Lain-lain
    • Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.
    • Pernyataan pembatalan perjanjian damai oleh Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alayhi Wasallam dengan kaum musyrikin, karena mereka tidak memenuhi syarat-syarat perjanjian damai pada perjanjian Hudaibiyyah.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
 [KEMBALI][AYAT-AYAT]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_At-Taubah
Mukaddimah terjemahan Al Qur'an versi Departemen Agama RI